APA HUKUM PAMER IBADAH DI MEDIA SOCIAL ?



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Media social ialah wadah bagi Netizen untuk eksis di social media. Maka dari itu salah satu caranya agar selalu eksis terus yaitu membuat konten yang  menarik, lucu dan inspiratif bagi para Netizen. mau tidak mau beberapa netizen terus mengunggah aktivitas keseharianya dalam social media salah satunya yaitu dalam Beribadah. Contohnya seperti menulis update status tentang amal kebaikan yang dilakukan, seperti sholat,puasa,atau ibadah yang lainya .

“Akhirnya selesai juga tarawihnya.”
“Alhamdulillah ya puasa hari ini lancar dan sholat tak pernah tertinggal”
“ Alhamdulillah sudah hatam 6 juz “
” Alhamdulillah bisa bangun tidur buat solat  tahajud “ 

Pernahkah kalian membaca status yang mirip seperti diatas ? entah di Instagram,Facebook, Whatsapp, twitter atau media social lainnya.

Jika kita lihat secara sekilas, memang tidak ada yang salah dengan status tersebut. Itu Hak si pembuat status mau menulis apa saja di social media.

Namun jika kita fikirkan lebih dalam lagi, sebaiknya Berhati-hatilah jika akan melakukan hal serupa baik dalam bentuk tulisan,foto atau video dalam unggahan di social media. Karena akan menimbulkan Dosa Riya.

Status yang di share ke social media terkadang tidak mengenal situasi dan kondisi. Bahkan masih banyak yang belum  bisa membedakan mana yang penting dan tidak penting untuk di share.
Karena bisa jadi status yang kita share atau foto maupun video yang kita upload, ada indikasi campur tangan setan yang hendak menjerumuskan kita pada dosa Khafi ( yang tersembunyi atau tersamarkan ) bisa di bilang Penyakit Hati yaitu RIYA .

Nahh aktivitas tersebut bisa terkesan pamer atau ingin mendapat pujian oleh orang lain. Bagaimana Hukumnya ?

 “ Sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik paling kecil. Maka beliau ditanya tentang hal itu. Beliau berkata RIYA “ ( HR. Ahmad,Thabrani,Ibnu Abid dunya dan Baihaqi )

“ Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya yang paling aku Khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Mereka bertanya  : Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rosulullah ? Rosulullah menjawab : Riya! Allah Berfirman pada hari kiamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatannya: “ Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan prilaku amalan kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu.” ( HR.ahmad )

Cara Menghindari Riya Menurut Islam :

1.Menghilangkan penyebab Riya
2.Memahami Tujuan Hidup
3.Bersungguh-sungguh dalam Ibadah
4.Memahami Nilai Ibadah


Jadi Riya ialah amalan yang bisa menghilangkan pahala sebuah ibadah. Maka sebaiknya sebelum kita melakukan suatu ibadah hendaknya kita intropeksi dahulu Niat yang ada dalam diri kita Masing-masing.

Jika memang informasi yang kita share berupa tulisan,foto atau video bertujuan untuk mengajak kepada Hal Kebaikan, membangkitkan spirit dalam beribadah, Bisa saja bernilai Dakwah dan menjadi ladang pahala.

Jadi Semua Tergantung Pada Niatnya Masing-masing ya.

Disamping itu,niat adalah tolak ukur suatu amalan. Diterima atau tidaknya suatau amalan tersebut tergantung niatnya dan banyaknya pahala yang didapat atau sedikitpun tergantung niatnya pula.

Semoga Allah selalu memberikan jalan kebaikan dan menghindari dari sifat Riya.
SELF REMINDER 😊


وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Comments

Popular posts from this blog

Jakarta Little Tokyo - Liburan Low Budget!

One Day Travel In Busan - 부산에서 하루 여행